Minggu, 13 Mei 2012

Blended Learning

RESUME

Dari topik yang sudah diberikan yaitu Blended Learning, saya sudah mulai mengerti sedikit demi sedikit tentang metode pembelajaran blended learning. Istilah blended learning biasanya berasosiasi dengan memasukkan media online pada program pembelajaran, sementara pada saat yang sama tetap memperhatikan perlunya mempertahankan kontak tatap muka dan pendekatan tradisional yang lain untuk mendukung siswa (MacDonald, 2008).

Blended Learning itu sendiri berkembang sekitar tahun 2000 dan sekarang banyak digunakan di Amerika Utara, Inggris, Australia, kalangan perguruan tinggi dan dunia pelatihan. Blended learning juga memudahkan kita untuk belajar dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Dimana kita ketahui kalau teknologi sudah berkembang sangat pesar sehingga kita harus mengimbanginya agar kita tidak menjadi orang yang gagap teknologi. Tapi ada juga kelemahan dari blended learning itu sendiri yaitu seperti yang dapat kita lihat belum semua masyarakat Indonesia mempunyai fasilitas untuk menggunakan internet sehingga akan terjadi kesenjangan antara yang mempunyai fasilitas dengan yang tidak.

Jadi mana yang lebih efektif blended learning atau E-learning?

Menurut kami, Blended Learning lebih efektif dibandingkan E-learning, karena melalui blended learning kita juga bisa berbagi informasi dengan teman yang lain melalui chatting dan kita juga bisa mendapatkan feed back atau opini yang beragam dari orang lain. Sedangkan pada E-learning, pembelajaran yang terjadi cenderung membosankan karena hanya mengacu pada informasi yang sudah ada atau sudah tersedia.

TESTIMONI

Pengalaman saya dalam perkuliahan kali ini dengan topik Blended Learning sangat menyenangkan. Dimana saya dapat berinteraksi dengan teman saya menggunakan G-Talk. Namun ada beberapa kendala yang kami hadapi, yaitu jaringan yang kurang baik sehingga salah seorang dari kelompok kami beberapa kali off dari chatting. Ini membuat kami sedikit kewalahan dan kami harus membuka room chat yang baru dan mencoba melanjutkan chat yang sebelumnya.

Jumat, 11 Mei 2012

Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

Anak berkebutuhan khusus (Heward) adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukan pada ketidakmampuan mental, emosi atau fisik. Yang termasuk kedalam ABK antara lain: tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, kesulitan belajar, gangguan prilaku, anak berbakat, anak dengan gangguan kesehatan. istilah lain bagi anak berkebutuhan khusus adalah anak luar biasa dan anak cacat. Karena karakteristik dan hambatan yang dimilki, ABK memerlukan bentuk pelayanan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi mereka, contohnya bagi tunanetra mereka memerlukan modifikasi teks bacaan menjadi tulisan Braille dan tunarungu berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Anak berkebutuan khusus biasanya bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) sesuai dengan kekhususannya masing-masing.SLB bagian A untuk tunanetra, SLB bagian B untuk tunarungu, SLB bagian C untuk tunagrahita, SLB bagian D untuk tunadaksa, SLB bagian E untuk tunalaras dan SLB bagian G untuk cacat ganda.


sumber : 
http://id.wikipedia.org/wiki/Anak_berkebutuhan_khusus